# Friend? #
Youngsaeng duduk di bangku taman. Tempat dimana ia melihat Gyu Jong membunuh Joo Ri. Ia menyilangkan tangannya di atas lutut. Kemudian memandang lurus ke depan.
Sudah empat tahun kejadian itu terlewati. Keluarga Joo Ri sudah pindah ke tempat yang jauh. Mereka tidak ingin mengingat kematian anak mereka yang tidak wajar.
Youngsaeng pun tak punya tempat tinggal sekarang. Rumahnya tak terurus karena kebakaran. Surat kabar setempat pun memberitakannya secara besar-besaran.
‘Seorang gadis bunuh diri karena kekasihnya menghilang dalam kebakaran besar di rumahnya.’
Berita itu dialamatkan kepadannya dan Joo Ri. Ya, kota itu telah menganggap mereka berdua telah tiada.
“Annyong..” tiba-tiba seseorang pria menyapa Youngsaeng. Youngsaeng pun menoleh. “Aku Yun Ho. Jung Yun Ho. Kau Youngsaeng kan?” Tanya Yun Ho.
Youngsaeng menatapnya tak percaya. “Kau tahu siapa aku?” tanyanya.
Yun Ho membuka tasnya kemudian mengambil sebuah surat kabar yang memuat berita tentang dirinya dan Joo Ri. “Yang ini kan?” tanyanya.
Youngsaeng berdiri waspada. “Tenanglah.. Aku kesini hanya untuk menawarimu sebuah tempat tinggal.. Kau tidak punya tempat tinggal kan? Ada seorang yang sama denganmu dirumahku. Bagaimana?” ajak Yun Ho.
Youngsaeng menatap Yun Ho, “Sama denganku? Benarkah? Pertemukan aku dengannya..”
Yun Ho tersenyum kemudian memberi isyarat pada Youngsaeng agar Youngsaeng mengikutinya.
Mereka kini berada di sebuah kereta menuju tempat yang tidak dikenal oleh Youngsaeng. Beberapa jam pun bergulir begitu saja. Hingga akhirnya kereta berhenti di sebuah stasiun yang bernuansa pedesaan.
“Maaf, padahal kau bisa dengan sekejap sampai disini, tapi aku manusia sih..” ujar Yun Ho sambil tersenyum. “Mari,” lanjutnya.
Mereka berjalan di sebuah jalan kecil namun begitu ramai.
“Yun Ho! Apa kabar?”
“Yun Ho! Baru pulang? Bawa ini…”
“Hoi Yun Ho! Kau bawa siapa? Kenalkan pada adikku mau tidak?”
Sepanjang perjalanan penduduk desa itu seakan sudah mengenal Yun Ho dengan baik. Dan Yu Ho pun dengan ramah membalas pertanyaan-pertanyaan itu.
“Aku baik kok!”
“iya, aku baru pulang, wah sayuran? Terimakasih..”
“Ini adikku, Youngsaeng. Ah! Kau ini selalu menjodohkan siapapun pada adikmu.. Yuk ah! Aku harus segera pulang…”
Youngsaeng hanya menatap Yun Ho dengan tatapan jijik dari belakang. “Senang memiliki adik sepertiku?” tanyanya sinis.
Yun Ho hanya tersenyum kecil, “kau terlalu menutup diri, karena kau merasa vampire tak layak tinggal dengan manusia. Coba kalau kau bertemu dengannya nanti..” kemudian melanjutkan perjalanannya.
Di ujung jalan itu terlihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan memiliki tiga tingkat. “Selamat datang di rumahmu, yang baru…” ucap Yun Ho membuka gerbang. Dan terlihat disana ada sebuah gedung kecil dengan berbagai macam bunga.
“Kau florist?” tanya Youngsaeng tersenyum sinis.
“Setidaknya aku tahu apa yang harus aku lakukan daripada duduk merenung di sebuah taman,” sindir Yun Ho kemudian masuk ke rumah.
Cklek! Pintu terbuka.
“Hyung! Kau sudah pulang?” tanya seseorang di dalam rumah. “Ya, aku bawa seorang adik untukmu, dia…”
“Sama sepertiku? Ya aku tahu, aku bisa merasakannya. Tapi cara bicaramu itu seolah-olah istrimu baru saja melahirkan dan membawa pulang bayinya kesini..” ucap seseorang itu memotong ucapan Yun Ho.
“Terserah padamulah Jung Min…” ucap Yun Ho kemudian melempar tasnya yang lalu ditangkap oleh Jung Min.
“Hai! Aku Jung Min, kau imut ya…” ucap Jung Min menatap Youngsaeng lalu hendak menyentuh wajah Youngsaeng tapi ditepis oleh Youngsaeng, “Jangan menyentuhku sembarangan,” ancam Youngsaeng.
Jung Min bersungut-sungut, “Heish, padahal kukira kita bisa berkawan karena kau punya hubungan dengan Gyu Jong..”
Youngsaeng terkejut. “Kau kenal Gyu Jong?” tanyanya. Jung Min lalu masuk ke sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang tamu. “Ya, aku servantnya…,”
“Kau apa?” tanya Youngsaeng. “Hei, sebaiknya kamu duduk dulu kalau mau berbincang dan.. tidakkah kalian lapar?” tanya Yun Ho.
“Kurasa dia tidak pernah makan semenjak menjadi vampire hyung. Lihat saja rona mukanya. Pucat pasi seperti orang mati. Yah, kalau manusia sih sudah mati…” ejek Jung Min.
“Aku tak akan pernah makan darah, ingat itu…” ucap Youngsaeng. “Wah, wah, Yun Ho hyung, ego anak ini tinggi sekali ya…” ucap Jung Min. “Aku tak akan pernah meminum setetes darahpun dari apa yang telah melahirkan dan membesarkanku..” Youngsaeng menarik kerah Jung Min.
“Karena itulah Jung Min mengatakan kalau egomu tinggi Youngsaeng…” sela Yun Ho.
Youngsaeng menatap Yun Ho seakan bertanya ‘maksudmu?’. Yun Ho melerai Youngsaeng dan Jungmin kemudian duduk dan menghela nafas, “Jung Min hanya ku ijinkan meminum darah manusia yang sedang sekarat. Itu kalau ada orang yang sekarat di desa ini, atau desa lain. Kalau pun Jung Min merasa sangat kelaparan, aku mengijinkannya untuk meminum darah binatang di pegunungan di belakan desa ini…” jelasnya.
“Karena kamu hyung, aku gak bisa ngerasain darah muda. Haha… Darah Remaja…” ucap Jung Min melawak.
“yah setidaknya aku tidak kelaparan. Jadi makhluk abadipun kalau kelaparan sangat tersiksa loh Hyung…” lanjutnya.
Youngsaeng mendekati Yun Ho dan duduk disampingnya. “Lalu, untuk apa kau membawaku kesini?” tanyanya.
“Untuk meneliti seperti apakah vampire sebenarnya… Gini-gini aku dokter loh… Lalu, siapakah Gyu Jong yang kalian bicarakan tadi?” tanya Yun Ho.
“Tuan kami sama…” ucap Youngsaeng cepat. “Dan Ia adalah tuanku. Tapi aku masih belum kuat untuk membunuhnya. Yah komplikasinya kadang-kadang aku suka mimpi buruk seakan dia sedang mengawasiku di suatu tempat. Hahaha.. menyedihkan…” ucap Jung Min.
“Kau serius atau melawak?” tanya Yun Ho. Jung Min menatap Yun Ho dengan sebal, “Ha… ha…”
“Yah intinya Youngsaeng, aku butuh darahmu untuk menelitimu. Karena kau belum minum darah sedikitpun, aku tak bisa mengambil apapun darimu. Saranku, ikutlah dengan Jung Min jika ia pergi ke pegunungan desa..” ucap Yun Ho lalu menuju sebuah kamar dan menguncinya.
“Aku juga dulu tak percaya padanya. Tapi, kau bisa percaya padanya. Aku salah satunya. Dan soal Gyu Jong ini, kau yakin Tuan kalian sama? Bukan dia Tuanmu?” tanya Jung Min.
“Entahlah,.” Ucap Youngsaeng tak peduli. “Aku hanya ingin membunuh Tuanku lalu membunuh Gyu Jong atas apa yang telah ia perbuat pada Joo Ri,” ucapnya lagi.
“Kekasihmu?” tanya Jung Min. “Sebaiknya lupakan jika kau masih tidak mau meminum darah. Atau kau mau ikut berburu denganku?” ajaknya.
Youngsaeng menatap Jung Min, kemudian menatap kamar dimana Yun Ho mengunci dirinya. ‘Mungkinkah aku bisa menganggap mereka teman?’ pikirnya. Kemudian berdiri, “baiklah, aku ikut” ucapnya. Jung Min tersenyum dan mengangguk, “ikut aku” kemudian pergi meloncati jendela menuju pegunungan. Melangkah dengan cepat, atau terbang? Diantara pepohonan.
‘Untuk kali ini saja, mungkin mereka bisa menjadi teman,’ pikir Youngsaeng.
# Friend? #
End
Tidak ada komentar :
Posting Komentar