Jumat, 17 Oktober 2014

One Ok Rock Download

Hello! It have been a loooong time since my last post in seichiroasada30.blogspot.com and all the post moved here now. Hehehe... Cuma ingin mengganti saja soalnya email sebelumnya lupa lupa gitu... hehehehe.. For this post i want to share my collection from One Ok Rock. Free Download One Ok Rock mp3 Biasanya kalau untuk download satu album itu kadang suka kelamaan, nah daripada itu disini saya mencoba membaginya dengan format mp3. Jadi kalau mau donlot satu persatu bisa gampang. Hehehe... Ok, check the list below... One Ok Rock Song List

 #
* One Ok Rock - 20 years old
* One Ok Rock - 69
* One Ok Rock - 100%

 A
* One Ok Rock - A new one for All, All for the new one
* One Ok Rock - Abduction-Interlude
* One Ok Rock - All Mine
* One Ok Rock - And I Know
* One Ok Rock - Answer is Clear
* One Ok Rock - Answer is Near

 B
* One Ok Rock - Be the Light
* One Ok Rock - Border Line
* One Ok Rock - Break My STrings

 C
* One Ok Rock - C.h.a.o.s.m.y.t.h
* One Ok Rock - Clock Strikes
* One Ok Rock - Coda
* One Ok Rock - CONVINCING
* One Ok Rock - Crazy Botch

 D
* One Ok Rock - Deeper Deeper
* One Ok Rock - Doppelganger

 E
* One Ok Rock - Ending Story
* One Ok Rock - Et Cetera

H
* One Ok Rock - Hitorigoto Lonelyna
* One Ok Rock - Hitsuzen Maker

I
* One Ok Rock - Introduction
* One Ok Rock - Introduction~Where idiot should go

J
* One Ok Rock - JUST
* One Ok Rock - Juvenile

K
* One Ok Rock - Kagerou
* One Ok Rock - Kaimu
* One Ok Rock - Kako wa Kyoukasho ni mirai wa shukudai
* One Ok Rock - Kanzen Kankaku Dreamer
One Ok Rock - Karasu
* One Ok Rock - Keep it real
* One Ok Rock - Kemuri
* One Ok Rock - Kimishidai ressha
* One Ok Rock - Koi no Aibou kokoro no cupido
* One Ok Rock - Kokai Yaku ni Tatazu
* One Ok Rock - Koubou
L
* One Ok Rock - Let's take it someday
* One Ok Rock - Liar
* One Ok Rock - Living dolls
* One Ok Rock - LOST AND FOUND
* One Ok Rock - Lujo

M
* One Ok Rock - Melody line no shibouritsu
* One Ok Rock - MOshi mo taiyou ga nakunatte toshitara
* One Ok Rock - Mr. gendai speaker
* One Ok Rock - My Sweet baby

N
* One Ok Rock - Naihi Shinso
* One Ok Rock - Never let this go
* One Ok Rock - Nichijou Evolution
* One Ok Rock - NO SCARED
* One Ok Rock - Nobody's home
* One Ok Rock - Notes'n'Words
* One Ok Rock - Nothing Helps

O
* One Ok Rock - ONION!
* One Ok Rock - OOR

P
* One Ok Rock - P.P.S.H
* One Ok Rock - Pierce

R
* One Ok Rock - Reflection
* One Ok Rock - Re-Make
* One Ok Rock - Ring Wandering
* One Ok Rock - Riot!!
* One Ok Rock - Rock, Scissor, Paper
* One Ok Rock - ROSE BLOOD

S
* One Ok Rock - San san dama
* One Ok Rock - Seken Shirazu no Uchuhikoushi
* One Ok Rock - Shake it own
* One Ok Rock - Silent world
* One Ok Rock - Smilling down
* One Ok Rock - Sonzai Shoumei

T
* One Ok Rock - The beginning
* One Ok Rock - The Same As..
* One Ok Rock - To Feel The Fire
* One Ok Rock - Tsurai + Ichi = Shiawase

V
* One Ok Rock - Viva violent fellow utsukushiki mosh pit

W
* One Ok Rock - Wherever you are

Y
* One Ok Rock - Yep
* One Ok Rock - Yes I am
* One Ok Rock - Yokubou ni michi ta seinendan
* One Ok Rock - Yoru ni shika sakanai mangetsu * One Ok Rock - you can do everything
* One Ok Rock - You've broken my heart
* One Ok Rock - yume yume

##
* One Ok Rock - アダルトスーツ
* One Ok Rock - じぶんROCK
* One Ok Rock - 未完成交響曲
* One Ok Rock - 欠落オートメーション
* One Ok Rock - 混雑コミュニケーション





*updated 12/28/2014

File from my oldest post at http://iwantfreedownloads.blogspot.com/

It's have been long long time since my last post in my oldest blog. But i don't know why i can't edit my oldest blog and finally i post it again in here. 

This is my Few Collections, you can download it just for free at mediafire. I used mediafire for download link becoz it's fast and easy. If u want me to uploaded another song, just ask me. 
So, let's begin, here we go..

@
  1. 2ne1 - Lonely.mp3 
  2. 2pm - 10 points out of 10 points.mp3


A
  1. Adele - Turning Tables mf
  2. Adele - Don't You Remember mf
  3. Adele - Running in the Deep mf 
  4. A-jax - Your Song mf
  5. A-jax - 너 밖에 몰라서(Never Let Go) mf
  6. A-jax - 너 밖에 몰라서(Never Let Go) (instrument)  mf
  7. A-Jax - One for You mf
  8. A-Jax - One for You (Instrument) mf
  9. A-Jax - 잡을 테면 잡아봐  mf
  10. A-Jax - Hot Game mf
B


  1. Beast - Bad Girl mf
  2. Big Bang - Always mf
  3. Big Bang - Godjimal (Lies)  mf
  4. Big Bang - Lalala mf
  5. Big Bang - This Love mf
  6. BoA - Discovery mf
  7. BoA - Everlasting mf
  8. BoA - Milky Way mf
  9. BoA - Moto mf
  10. BoA - Only One mf / tusfiles
E


  1. Exo M - Mama mf
M
  1.  Miss A - Bad Girl Good Girl mf
R
  1. Rainbow - A (japanese vers) mf
  2. Rainbow - Tell Me Tell Me mf
  3. Rainbow - I Said You're the One mf
  4. Rainbow - To Me mf 
  5. Rainbow - Touch Me, Feel Me, Love Me mf
  6. Rainbow - Gonna Gonna Go mf 
  7. Rainbow - Energy mf 
  8. Rainbow - ノット ユア ガール mf 
  9. Rainbow - Kiss Kiss Disco mf
  10. Rainbow - Hello  mf 
  11. Rainbow - マッハ mf 
  12. Rainbow - ゴシップガール mf

宮本 駿一 - 桜咲くころ

Nando mo dotta michi Kimi to aruita michi
Omokage wo sagashite Douko ka ni kimi ga iru
you de
Fuyu ga doke dashite, Harukaze fuki hajime
Kimi to mita sakura mo, Mankai ni natta kedo
* Mata haru ga kita hitori miru sakurawa
Tada kanashii dake
Kimi to deai soshite eien ni
Wakareta haru ga kita
Atarimae no you ni Itsumo isshou ni itte
Hanarete shimau nante Ichidomo omou wa
nakatta
Nani mo kangaezu Mainichi tanoshikute
Kimi toitta kisetsu wa Mabataku ma ni sugisari
# Kisu wo kaketa pasuru nagabete Kotae mo
dasenai mama
Boku wa kawarazu Uta wo utatte iru
Kimi to deai eien ni wakareta kono basho de
* Mata haru ga kita hitori miru sakurawa
Tada kanashii dake
Kimi to deai soshite eien ni
Wakareta haru ga kita
Aa kimi wo suki dato, Ie ta nara yokatta
Tsuyogaru kotoshi ga, Shira nakatta hibi
Zutto isshouni itakatta, sonna kimochi mo okizarini
Mata haru ga kita hitori miru sakurawa Tada
kanashii dake
Kimi to deai soshite eien ni Wakareta haru ga kita
何度戻った道 君と歩いた道
面影を探して 何処かに君がいるようて
冬がどけたして 春風吹き始め
君と見た桜も 満開になっだけど
*また春が来た 一人見る桜は
ただ悲しいだけ
君と出会い そして永遠に別れた
春が来た
当たり前のように いつも一緒にて
離れてしまうなんて 一度も想はなっかた
何も考えず 毎日楽しくて
君といった季節は 瞬く間に過ぎ去り
キスをかけた パスルながべて
答えも出せないまま
僕は変わらず 歌を唄ている
君と出会い 永遠に別れた
この場所で
*Repeat
あぁ、「君を好きだと」 言えたなら良かった
強がることしが 知らなかった日々
「ずっと一緒に」 言ったかった
そんな気持ちも お刻み
*Repeat

SS501 Fanfic ~The Night Shadow~ part 5

 She is Mine  #

Bel pulang sudah berbunyi. Soo won merapikan bukunya kedalam tas. Kemudian ia keluar menuju ke bawah, ke ruang lukis. Ekstrakurikuler yang ditekuninya semenjak ia masuk di SMA itu.
“Hei Soo won!” panggil Min Jae, ketua klub lukis yang juga sahabatnya sejak kecil. “Ya?” Tanya Soo won. “Kau sudah baikan?” Tanya Minjae ikut ke ruang lukis yang berada di lantai 2.
Soo won tersenyum, “emangnya kenapa? Ada apa? Aku baik-baik aja kok…” ucapnya. Kemudian membuka pintu geser ruang lukis. Menyimpan tasnya dimeja dan mengambil kanvas dari lemari persediaan.
Min jae tertegun menatap Soo won. Kemudian menyimpan tasnya dimeja sebelah meja Soo won dan ikut mengambil kanvas.
“Benarkah kau tak ingat apapun?” Tanya Minjae. Lalu duduk dan memasang kanvasnya dan mulai melukis. Soo won yang sudah terlebih dulu melukis menoleh ke Minjae. “Tak ingat apa?” Tanya Soo won dengan kening berkerut.
“Setelah kejadian seminggu yang lalu. Benarkah kau tidak mengingat apapun sebelum kejadian itu?” Tanya Min jae perlahan kemudian menunduk. “Min jae, aku tahu kau sedih karena kau sahabatku. Aku minta maaf aku ga bisa ingat kamu. Itu sangat menyedihkan. Tapi aku minta kita tetap jadi teman ya..” ucap Soo won menatap Minjae dengan mata berkaca-kaca.
“Iya Soo won sampai kapanpun kau tetap jadi sahabatku,” ucap Minjae tersenyum. “Oh, ya semenjak itu apa aja yang kamu ingat?” lanjut Minjae sambil melanjutkan lukisannya.
Soo won mengangguk. “ah, itu… Aku hanya ingat kalau aku dan orang tuaku kecelakaan. Karena kecelakaan itu orang tuaku meninggal dan aku hilang ingatan. Tapi tenang aja. Aku udah ga apa-apa kok sekarang…” ucap Soo won tersenyum pada Minjae.
“Bukan kecelakaan…” ucap Minjae menggumam. “Apa?” Tanya Soo won. “Ah tidak… hey, lukisanmu sampai mana?” Tanya Minjae melihat lukisan Soo won mengalihkan pembicaraan.
SREEKK!!!
Pintu ruang lukis terbuka. Seorang senior masuk ke ruangan itu. “Seunghyeon onni…” panggil Minjae. “Minjae… lukisan yang mau di pasang pigura dimana ya?” Tanya Seunghyeon.
Minjae menunjuk Soo won, “Soo won yang simpan onni..” katanya.
“iya aku yang simpan…” ucap Soo won lalu mengambil gulungan kertas dari tasnya kemudian menyerahkannya pada Seunghyeon. “ini onni…”
Seunghyeon mengambil gulungan kertas itu. Kemudian mengambil sebuah pigura dan memasang gulungan kertas itu ke pigura.
“Onni, pertunjukan seni besok onni mau main apa?” Tanya Minjae membantu seunghyeon memasang gulungan itu.
“Moonlight Sonata. Lagu itu dipilih oleh ketua klub seni musik kami. Padahal aku belum hapal tapi ketua memaksa kami… hiks…” ucap Seunghyeon menyandarkan kepalanya ke dinding.
“Moonlight sonata? Seunghyeon onni ikut klub musik? Bukannnya onni ikut klub lukis?” Tanya Soo won.
“Aku di kampus ikut klub musik Soo won. Aku biasa main biola. Aku kan lulusan sekolah ini, waktu aku disini aku ikut klub lukis. Jadi untuk sementara aku jadi pembimbing di klub lukis sementara tugasku sebenarnya memainkan melodi yang indah. Senior gitu…” ucap Seunghyeon membanggakan dirinya. “yee Onni…” ejek Minjae menusuk-nusuk Seunghyeon dengan ujung kuas.
Soo won tertawa kecil melihat tingkah senior dan sahabatnya itu. Tiba-tiba saja Soo won membungkuk memegang dadanya. Ia merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Sangat kencang sehingga ia merasa jantungnya hampir pecah.
“Soo won kamu kenapa?” Tanya Seunghyeon kaget kemudian mendekati Soo won. Minjae menahan tubuh Soo won kemudian membantunya untuk duduk di kursi.
SREEKK!!!
Pintu ruang lukis terbuka, semua mata tertuju kesana. Seorang pria masuk sambil membawa beberapa lembar kertas.
“Seunghyeon ini…” ucapnya kemudian menyodorkan kertas pada Seunghyeon namun kemudian ia terpaku menatap Soo Won. Soo won balik menatapnya. Ia merasa sudah lama mengenalnya namun ia tidak ingat.
“Youngsaeng oppa….?” Tanya Seunghyeon membuyarkan pandangan mereka. “Ah, ini partitur baru. Aku pergi…” ucap Youngsaeng kemudian menatap Soo won sesaat kemudian pergi keluar. “Gomawo…” ucap Seunghyeon saat menerima kertas pertitur dari Youngsaeng.
“Onni, dia siapa?” tanya Soo Won. “Dia? Heo Youngsaeng. Mahasiswa tahun kedua, lulusan SMA ini juga, sekarang sebagai pembimbing grup piano sekolah kita tercinta ini,” jelas Min Jae.
“Min Jae benar, dia satu tingkat di atasku, dia pegang klub piano. Minjae kau tahu banyak ya…” ucap Seunhyeon.
“Dia kan idola sekolah ini Onni, masa tidak tahu,” balas Min Jae. “Young… Saeng… Oppa?” tanya Soo Won.
“Seunghyeon Onni, aku selesai nih… Oh ya, Youngsaeng oppa juga sering berdua dengan Gyu Jong Oppa dan Jung Min oppa. Entah sejak kapan dan darimana mereka bisa menjadi akrab.. Nih onni..” ucap Min Jae menyerahkan canvasnya pada Seunghyeon.
“Kalian sudah selesai ya? Kalau begitu kalian pulang duluan saja. Aku masih ada kelas, nih, partitur ini,” ucap Seunghyeon menunjukkan partitur yang diberikan Youngsaeng tadi.
“Betul juga. Onni masih ikut seni music, ya…” ucap Min Jae. “Iya, hati-hati di jalan ya kalian…” ucap Seunhyeon saat Min Jae dan Soo Won keluar dari ruang lukis.
Di koridor sekolah Soo Won berjalan dengan perlahan. Minjae pun mau tak mau mengikuti Soo Won. “Hei Soo Won, sekarang kau tinggal dengan siapa?” tanya Min jae tibtiba. “Aku kan tinggal dengan Jaejoong oppa. Dia kan satu-satunya oppaku,” balas Soo Won.
“Kau benar-benar tidak ingat orang tuamu, ya?” tanya Minjae. “Orang tuaku kan sudah meninggal kecelakaan seminggu yang lalu Minjae, kau bilang kau sahabatku, masa tidak tahu sih… payah.. week!” ejek Soo Won.
“Tidak… Dirimu bukan…”. “Ah! Minjae! Maaf ya! Bukuku tertinggal di kelas. Minjae duluan aja ya! Aku kembali ke kelas dulu, dah!” ucap Soo Won memotong pembicaraan Minjae kemudian kembali kearah kelasnya.
“Soo Won… kau benar-benar terguncang atas pembunuhan yang terjadi pada orang tuamu ya? Padahal itu belum lama terjadi, tapi kenapa kau tak ingat semuanya…,” tnya Minjae pada dirinya sendiri.
“Benarkah?” tanya seseorang. Minjae berbalik, “Jungmin oppa?” tanyanya. “Benarkah temanmu hilang ingatan?” tanya Jung Min. “Benar oppa, Soo Won tidak ingat apapun saat membuka matanya. Padahal sebelumnya terjadi pembunuhan pada kedua orang tuanya. Yang dia ingat hanya beberapa saja,” jelas Minjae menatap arah dimana Soo Won berbalik ke kelasnya. “Oh, ya, Jung Min oppa mencari Youngsaeng oppa ya? Lho?” Minjae terkejut saat ia tak melihat Jung Min disana.
Minjae celingukan, “masa? Tadi kan? Apa Cuma khayalanku ya? Ah, sudahlah…’ ucap Minjae sambil berlalu.

~~~

Soo Won berlari ke kelasnya. Kemudian perlahan karena lelah ia hanya berjalan saja. “Sejak kapan aku jadi pelupa ya? Masa buku saja sampai ketinggalan…” gumamnya kemudian mengambil buku di mejanya dan memasukkannya ke dalam tas.
Tak lama kemudian, saat Soo Won berjalan keluar kelas, ia mendengar suara alunan piano dari ruang music yang tidak jauh dari tempat ia berdiri.
“Suara ini… melodi….” Ucap Soo Won perlahan mendekati ruang musik. Jantungnya terasa sesak, sama saat ia berada di ruang lukis tadi. Ai memegang dadanya yang terasa sesak itu. Kemudian ia memasuki ruang music.
“Moonlight… Sonata…” ucap Soo Won. Disana ada Youngsaeng yang memainkan lagu itu. Youngsaeng berhenti memainkan piano itu lalu memandang Soo Won.
“Moonlight…” ucap Soo Won terhenti. Mereka saling menatap sekarang. Ada sesuatu di dalam diri Soo Won yang ingin berlari dan mencengkram Youngsaeng.
“ma… maaf…” ucap Soo Won melepaskan kontak matamereka lalu berlari keluar.
“Yang satu ini untukku ya…” ucap Jungmin yang entah muncul darimana berusaha mengejar Soo Won.
“Hentikaan!!!!”
BRAKK!!
Bersamaan dengan ucapan Youngsaeng pintu tertutup dengan keras menghalangi Jung Min untuk mengejar Soo Won. “Dia milikku…” ucap Youngsaeng perlahan. “Hmm… milikmu ya?” ucap Jung Min sambil mendongakkan wajah Youngsaeng dengan tangannya.
“Apa karena kau tidak merasakan kehadirannya maka ia menjadi milikmu?” tanya Jung Min yang sudah berada di punggung Youngsaeng merangkul bahunya. “ Atau karena darahnya sudah bercampur dengan darahmu sehingga kau merasa dia tak akan mengganggumu…?” tanya Jungmin lagi.
Kemudian Jungmin memegang bangku dalam sekejap saja. “Dan haruskah aku bertanya alas an apa yang membiarkannya TETAP HIDUP?” nada bicaranya meninggi di akhir ucapannya.
Bersamaan dengan itu bangku yang dipegang Jung Min terlempar kea rah Youngsaeng. Namun, seolah ada dinding tembus pandang bangku itu hancur sebelum menyentuh Youngsaeng.
Youngsaeng menatap Jung Min. Jung Min pun menatap Youngsaeng sinis.
“Itu bukan urusanmua…” ucap Youngsaeng mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari ruangan itu. “Hei! Mau sampai kapan kau bertingkah layaknya manusia?” ucap Jung Min mengejar Youngsaeng. Namun tiba-tiba seseorang menghadangnya.
“Gyu Jong… Apa yang kau lakukan… Minggir…” ucap Jung Min.
“Hentikan… Kita lihat saja perkembangannya….” Ucap Gyu Jong. “Hmmph… Baiklah…” ucap Jung Min. dan keduanya pun menghilang dari ruang musik itu.


#   She is Mine  #
End

SS501 Fanfic ~The Night Shadow~ part 4

 Friend? #

Youngsaeng duduk di bangku taman. Tempat dimana ia melihat Gyu Jong membunuh Joo Ri. Ia menyilangkan tangannya di atas lutut. Kemudian memandang lurus ke depan.
Sudah empat tahun kejadian itu terlewati. Keluarga Joo Ri sudah pindah ke tempat yang jauh. Mereka tidak ingin mengingat kematian anak mereka yang tidak wajar.
Youngsaeng pun tak punya tempat tinggal sekarang. Rumahnya tak terurus karena kebakaran. Surat kabar setempat pun memberitakannya secara besar-besaran.
‘Seorang gadis bunuh diri karena kekasihnya menghilang dalam kebakaran besar di rumahnya.’
Berita itu dialamatkan kepadannya dan Joo Ri. Ya, kota itu telah menganggap mereka berdua telah tiada.
“Annyong..” tiba-tiba seseorang pria menyapa Youngsaeng. Youngsaeng pun menoleh. “Aku Yun Ho. Jung Yun Ho. Kau Youngsaeng kan?” Tanya Yun Ho.
Youngsaeng menatapnya tak percaya. “Kau tahu siapa aku?” tanyanya.
Yun Ho membuka tasnya kemudian mengambil sebuah surat kabar yang memuat berita tentang dirinya dan Joo Ri. “Yang ini kan?” tanyanya.
Youngsaeng berdiri waspada. “Tenanglah.. Aku kesini hanya untuk menawarimu sebuah tempat tinggal.. Kau tidak punya tempat tinggal kan? Ada seorang yang sama denganmu dirumahku. Bagaimana?” ajak Yun Ho.
Youngsaeng menatap Yun Ho, “Sama denganku? Benarkah? Pertemukan aku dengannya..”
Yun Ho tersenyum kemudian memberi isyarat pada Youngsaeng agar Youngsaeng mengikutinya.
Mereka kini berada di sebuah kereta menuju tempat yang tidak dikenal oleh Youngsaeng. Beberapa jam pun bergulir begitu saja. Hingga akhirnya kereta berhenti di sebuah stasiun yang bernuansa pedesaan.
“Maaf, padahal kau bisa dengan sekejap sampai disini, tapi aku manusia sih..” ujar Yun Ho sambil tersenyum. “Mari,” lanjutnya.
Mereka berjalan di sebuah jalan kecil namun begitu ramai.
“Yun Ho! Apa kabar?”
“Yun Ho! Baru pulang? Bawa ini…”
“Hoi Yun Ho! Kau bawa siapa? Kenalkan pada adikku mau tidak?”
Sepanjang perjalanan penduduk desa itu seakan sudah mengenal Yun Ho dengan baik. Dan Yu Ho pun dengan ramah membalas pertanyaan-pertanyaan itu.
“Aku baik kok!”
“iya, aku baru pulang, wah sayuran? Terimakasih..”
“Ini adikku, Youngsaeng. Ah! Kau ini selalu menjodohkan siapapun pada adikmu.. Yuk ah! Aku harus segera pulang…”
Youngsaeng hanya menatap Yun Ho dengan tatapan jijik dari belakang. “Senang memiliki adik sepertiku?” tanyanya sinis.
Yun Ho hanya tersenyum kecil, “kau terlalu menutup diri, karena kau merasa vampire tak layak tinggal dengan manusia. Coba kalau kau bertemu dengannya nanti..” kemudian melanjutkan perjalanannya.
Di ujung jalan itu terlihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan memiliki tiga tingkat. “Selamat datang di rumahmu, yang baru…” ucap Yun Ho membuka gerbang. Dan terlihat disana ada sebuah gedung kecil dengan berbagai macam bunga.
“Kau florist?” tanya Youngsaeng tersenyum sinis.
“Setidaknya aku tahu apa yang harus aku lakukan daripada duduk merenung di sebuah taman,” sindir Yun Ho kemudian masuk ke rumah.
Cklek! Pintu terbuka.
“Hyung! Kau sudah pulang?” tanya seseorang di dalam rumah. “Ya, aku bawa seorang adik untukmu, dia…”
“Sama sepertiku? Ya aku tahu, aku bisa merasakannya. Tapi cara bicaramu itu seolah-olah istrimu baru saja melahirkan dan membawa pulang bayinya kesini..” ucap seseorang itu memotong ucapan Yun Ho.
“Terserah padamulah Jung Min…” ucap Yun Ho kemudian melempar tasnya yang lalu ditangkap oleh Jung Min.
“Hai! Aku Jung Min, kau imut ya…” ucap Jung Min menatap Youngsaeng lalu hendak menyentuh wajah Youngsaeng tapi ditepis oleh Youngsaeng, “Jangan menyentuhku sembarangan,” ancam Youngsaeng.
Jung Min bersungut-sungut, “Heish, padahal kukira kita bisa berkawan karena kau punya hubungan dengan Gyu Jong..”
Youngsaeng terkejut. “Kau kenal Gyu Jong?” tanyanya. Jung Min lalu masuk ke sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang tamu. “Ya, aku servantnya…,”
“Kau apa?” tanya Youngsaeng. “Hei, sebaiknya kamu duduk dulu kalau mau berbincang dan.. tidakkah kalian lapar?” tanya Yun Ho.
“Kurasa dia tidak pernah makan semenjak menjadi vampire hyung. Lihat saja rona mukanya. Pucat pasi seperti orang mati. Yah, kalau manusia sih sudah mati…” ejek Jung Min.
“Aku tak akan pernah makan darah, ingat itu…” ucap Youngsaeng. “Wah, wah, Yun Ho hyung, ego anak ini tinggi sekali ya…” ucap Jung Min. “Aku tak akan pernah meminum setetes darahpun dari apa yang telah melahirkan dan membesarkanku..” Youngsaeng menarik kerah Jung Min.
“Karena itulah Jung Min mengatakan kalau egomu tinggi Youngsaeng…” sela Yun Ho.
Youngsaeng menatap Yun Ho seakan bertanya ‘maksudmu?’. Yun Ho melerai Youngsaeng dan Jungmin kemudian duduk dan menghela nafas, “Jung Min hanya ku ijinkan meminum darah manusia yang sedang sekarat. Itu kalau ada orang yang sekarat di desa ini, atau desa lain. Kalau pun Jung Min merasa sangat kelaparan, aku mengijinkannya untuk meminum darah binatang di pegunungan di belakan desa ini…” jelasnya.
“Karena kamu hyung, aku gak bisa ngerasain darah muda. Haha… Darah Remaja…” ucap Jung Min melawak.
“yah setidaknya aku tidak kelaparan. Jadi makhluk abadipun kalau kelaparan sangat tersiksa loh Hyung…” lanjutnya.
Youngsaeng mendekati Yun Ho dan duduk disampingnya. “Lalu, untuk apa kau membawaku kesini?” tanyanya.
“Untuk meneliti seperti apakah vampire sebenarnya… Gini-gini aku dokter loh… Lalu, siapakah Gyu Jong yang kalian bicarakan tadi?” tanya Yun Ho.
“Tuan kami sama…” ucap Youngsaeng cepat. “Dan Ia adalah tuanku. Tapi aku masih belum kuat untuk membunuhnya. Yah komplikasinya kadang-kadang aku suka mimpi buruk seakan dia sedang mengawasiku di suatu tempat. Hahaha.. menyedihkan…” ucap Jung Min.
“Kau serius atau melawak?” tanya Yun Ho. Jung Min menatap Yun Ho dengan sebal, “Ha… ha…”
“Yah intinya Youngsaeng, aku butuh darahmu untuk menelitimu. Karena kau belum minum darah sedikitpun, aku tak bisa mengambil apapun darimu. Saranku, ikutlah dengan Jung Min jika ia pergi ke pegunungan desa..” ucap Yun Ho lalu menuju sebuah kamar dan menguncinya.
“Aku juga dulu tak percaya padanya. Tapi, kau bisa percaya padanya. Aku salah satunya. Dan soal Gyu Jong ini, kau yakin Tuan kalian sama? Bukan dia Tuanmu?” tanya Jung Min.
“Entahlah,.” Ucap Youngsaeng tak peduli. “Aku hanya ingin membunuh Tuanku lalu membunuh Gyu Jong atas apa yang telah ia perbuat pada Joo Ri,” ucapnya lagi.
“Kekasihmu?” tanya Jung Min. “Sebaiknya lupakan jika kau masih tidak mau meminum darah. Atau kau mau ikut berburu denganku?” ajaknya.
Youngsaeng menatap Jung Min, kemudian menatap kamar dimana Yun Ho mengunci dirinya. ‘Mungkinkah aku bisa menganggap mereka teman?’ pikirnya. Kemudian berdiri, “baiklah, aku ikut” ucapnya. Jung Min tersenyum dan mengangguk, “ikut aku” kemudian pergi meloncati jendela menuju pegunungan. Melangkah dengan cepat, atau terbang? Diantara pepohonan.
‘Untuk kali ini saja, mungkin mereka bisa menjadi teman,’ pikir Youngsaeng.


 #   Friend?  #
End