Senin, 16 Februari 2015

17 Sekar Pupuh

Dalam pembelajaran Bahasa Sunda/Sastra Sunda, dikenalkanlah sebuah kata yaitu “PUPUH”. Pupuh sendiri merupakan karya sastra sunda yang berbentuk puisi juga memiliki ritme yang dapat dinyanyikan. Pupuh memiliki tiga aturan yang terdiri dari :
Ø  Guru Wilangan
Merupakan jumlah suku kata (Engang) di setiap larik (padalisan).
Ø  Guru Lagu
Merupakan bunyi vokal diakhir padalisan
Ø  Watek
Merupakan karakteristik dari isi pupuh itu sendiri.
Pupuh sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Pupuh Sekar Ageung yang bisa dinyanyikan dengan lebih dari satu jenis lagu dan Pupuh Sekar Alit yang hanya bisa dinyanyikan dalam satu jenis lagu.
Berikut contoh-contoh Pupuh
1)      Pupuh Sekar Ageung
a)      Asmarandana
Guru Wilangan & Guru Lagu : 8-I, 8-a, 8-] é/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a
Watek : Menggambarkan rasa cinta, kasih sayang (asih, kanyaah)
Laras : Degung
3
3
3
3
3
2
195<
192
Mun
U
Jang
Nyi
Ar
Pa
Ngar
Ti
2
2
2
291
3
4
3
495
Te
Rus
Sa
Ko
La
Ka
Ko
Ta
5
5
5
5
5
5
5
495
Sing
Ja
Di
Mu
Rid
Ran
Ca
Ge
5
5
5
5
1
5
1>92>
2>
Be
Ner
Pin
Ter
Ba
Ri
Se
Hat
2>
1>
5
5
5
5
5
5
Mi
Ka
He
Man
Ka
sa
Sa
Ma
5
4
3
2
2
291
293
4-5
A
Sih
Ka
Nu
Ja
Di
Gu
Ru
5
5
4
5
1>
2>
1>92>
1>95>
Ga
Gan
Ti
E
Ma
Jeung
Ba
Pa

Nya Kitu deui ka nyai
Sing junun terus sakola
Ka Kota lain rék nyalsé
Ulah rék kamalinaan
Pelesir senang-senang
Pan hidep kawengku waktu
Kudu tamat na Mangsana

b)      Dangdanggula
Guru Wilangan & Guru Lagu : 10-i, 10-a, 8-é/o, 7-u, 9-i, 7-a, 6-u, 8-a, 12-i, 7-a
Watek : Menggambarkan rasa kedamaian, keindahan, keagungan, kegembiraan (katengtreman, kawaasan, kaagungan, kagumbiraan)


Pasosore nyawang Bandung Asri
Basa kuring ulin ka isola
Ti dieu ti Beulah kaler
Tembong di lingkung gunung
Kota kembang bangun nu sepi
Bet teu ka pireng sora
Da geus puguh jauh
Langitna kacida lenglang
Estu taya megabodas aling-aling
Sore ieu bengras pisan

Angin lembang nebak ngahiliwir
Ngoyag ngoyag jajaran tangkal camara
Lir anu guguapy bae
Ngagupay kota Bandung
Itu aya sapasang japati
Anteng kakalayangan
Ngahaja ngalayung
Di beh kidul samar-samar
Gedong sate katembong bangun nu tingtrim
Endah pisan matak kelar

Mangsa beurang baganti jeung peuting
Kota Bandung katembong marakbak
Kota beuki asri bae
Mangpirang lampu hurung
Lir bentang karetap ketip
Di langit bulan ngebrak
Kota beuki ngempur
Lir anu pesta cahaya
Ngan hanjakal hawana teuing ku tiis
Kapaksa kuring mulang

c)      Kinanti
Guru Wilangan & Guru Lagu : 8-u, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i
Watek : Menggambarkan penantian, khawatir, atau rasa sayang (nngguan, deudeupan, kanyaah)

d)      Sinom
Guru Wilangan & Guru Lagu :8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12-a
Watek : Menggambarkan rasa gembira atau rasa sayang (gumbira, kadeudeuh)


2)      Pupuh Sekar Alit
a)      Balakbak
Guru Wilangan & Guru Lagu: 15-é, 15é, 15-é
Watek: Menggambarkan lelucon (heureuy) atau komedi (banyol).

b)      Durma
Watek: Guru Wilangan & Guru Lagu: 12-a, 7-i, 6-a, 7-a, 8-i, 5-a, 7-i
Menggambarkan rasa marah (ambek), besar hati (gedé haté), atau semangat (sumanget)

c)      Gambuh
Guru Wilangan & Guru Lagu: 7-u, 10-u, 12-i, 8-u, 8-o
Watek: Menggambarkan rasa sedih (kasedih), susah (kasusah), atau sakit hati (
kanyeri).


d)      Gurisa
Guru Wilangan & Guru Lagu: 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a
Watek: Menggambarkan orang yang sedang melamun (ngalamun) atau melamun kosong (malaweung)


e)      Juru Demung
Guru Wilangan & Guru Lagu: 8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i
Watek: Menggambarkan rasa bingung, susah dengan apa yang harus dilakukan (pilakueun.

f)       Ladrang
Guru Wilangan & Guru Lagu: 10-i, 4-a (2x), 8-i, 12-a
Watek: Menggambarkan rasa lelucon (banyol) dengan maksud menyindir (nyindiran)

g)      Lambang
Guru Wilangan & Guru Lagu: 8-a, 8-a, 8-a, 8-a
aWtek:Menggambarkan rasa lelucon (banyol) tetapi banyol yang mengandung hal yang harus dipikirkan.

h)      Magatru
Guru Wilangan & Guru Lagu: 12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o
Watek: Menggambarkan rasa sedih, penyesalan (handeueul) oleh perilaku sendiri, atau menasehati (mapatahan).

i)        Maskumambang
Guru Wilangan & Guru Lagu: 12-i, 6-a, 8-i, 8a
Watek:Menggambarkan rasa kesedihan (kanalangsaan), sedih dengan sakit hati.

j)        Mijil
Guru Wilangan & Guru Lagu: 10-i, 6-o, 10-é, 10-i, 6-i, 6-u
Watek:Menggambarkan rasa bersedih (kasedih) tetapi dengan penuh harapan.

k)      Pangkur
Guru Wilangan & Guru Lagu:8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i
Watek:Menggambarkan rasa marah ( ambek ) yang tersimpan dalam hati atau menghadapi tugas yang berat.




l)        Pucung
Guru Wilangan & Guru Lagu: 12-u, 6-a, 8-é/o, 12-a
Watek: Menggambarkan rasa marah (ambek) terhadap diri sendiri, atau benci (keuheul) karena tidak setuju hati.

m)   Wirangrong
Guru Wilangan dan Guru Lagu:8-i, 8-o, 8-u, 8-i, 8-a, 8-a
Watek: Menggambarkan rasa malu (kawiwirangan), malu oleh perilaku sendiri.



Selasa, 10 Februari 2015

Sayapku, kan kupatahkan ~sebuah keinginan untuk...~


December 7, 2009 at 7:12 pm.
Posted on Facebook


Sayapku kan kupatahkan ~sebuah keinginan untuk...~

Rasanya pusing memikirkan kehidupan
Kehiduapan lagi - kehidupan lagi, apa bedanya??
Aku merasa, bagaikan sayap-sayapku mulai lelah membawaku terbang.
Rasa sakitnya merayap menjalari punggungku, hingga ikut terasa ke ulu hati.

Aku takut untuk hidup dibawah sana,
dimana disana mungkin akan ada yang terus-menerus menyakitiku.

Namun,
sayapku tak mampu membawaku ke atas sana,
dimana ada tempat yang mungkin bisa membuatku bahagia.

Namun,
sayapku tak mampu membawaku ke atas sana,
dimana ada tempat yang mungkin bisa membuatku bahagia.

Pilihan yang mana yang harus kutentukan?

Butuh, tidak? Butuh, tidak?
Ah, sudahlah...

Aku menatap kedua sayapku. Lalu memutuskan,

aku akan terjun kebawah sana.

Dimana dunia yang penuh ironi dan tragedi kutantang.

Takkan tahu jika tak mencoba,
Namun, mungkin itulah hidup..

Dimana hidup penuh perjuangan, emosi, perhitungan dan kemenangan.


Sudah kuputuskan kini,

sayapku, kan kupatahkan...